Rabu, 09 Juni 2010

KEGUNAAN ZINC
 Pelapis pada besi agar tidak berkarat
Metode : elektrolisis (galvani) à lapisan tipis
hot-dipping dalam lelehan Zn à lapisan tebal
 Alloy
Brass : campuran Zn dan Cu
Campuran Zn,Al, Cu
Campuran Zn, Al
 Elektrokimia
- Anoda pada baterei alkaline, baterei merkuri dan baterei mangan.
- Anoda tumbal pada proses elektrolisis yang dilakukan pada badan kapal laut untuk mengurangi korosi
 Oksida Zn (ZnO)
- pigment warna putih pada cat
- sunscreen karena dapat mengabsorp UV
 Zinc chloride digunakan utk bahan deodoran
 Zinc phyrithione digunakan untuk bahan shampoo anti dandruff
 Zinc Sulfida untuk bahan cat
Sebagai pengotor akseptor pada semikonduktor Group III-V
 Zn memiliki peranan yang amat penting dalam proses biologi makhluk hidup
sistem enzim pada manusia, hewan dan tumbuhan
1. Carbonic anhidrase terdapat dalam sel darah merah
2. Carboxypeptidase terdapat dalam pankreas, protein metabolisme pada hewan dan tumbuhan
3. Alkalinephosphatase untuk pelepasan energi
4. Dehydrogenase dan aldolase untuk metabolisme gula
5. Alcoholdehydrogenase untuk metabolisme alkohol

KEGUNAAN CADMIUM
 Pelindung besi dari korosi
Plating Cd dengan proses elektrolisis
 Pengontrol dalam reaktor nuklir
Bersifat menyerab neutron dengan baik
 Baterei
- Baterei “Nicad” yang dapat diisi ulang pada berbagai perangkat elektronik
- Baterei alkaline Ni/Cd untuk diesel lokomotif
 CdS untuk pigment warna kuning pada cat
 BIOLOGICAL ROLE

 Zn memiliki peranan yang amat penting dalam proses biologi makhluk hidup
sistem enzim pada manusia, hewan dan tumbuhan
1. Carbonic anhidrase terdapat dalam sel darah merah
2. Carboxypeptidase terdapat dalam pankreas, protein metabolisme pada hewan dan tumbuhan
3. Alkalinephosphatase untuk pelepasan energi
4. Dehydrogenase dan aldolase untuk metabolisme gula
5. Alcoholdehydrogenase untuk metabolisme alkohol

KEGUNAAN CADMIUM

 Pelindung besi dari korosi
Plating Cd dengan proses elektrolisis
 Pengontrol dalam reaktor nuklir
Bersifat menyerab neutron dengan baik
 Baterei
- Baterei “Nicad” yang dapat diisi ulang pada berbagai perangkat elektronik
- Baterei alkaline Ni/Cd untuk diesel lokomotif
 CdS untuk pigment warna kuning pada cat

 Sel elektrolisis untuk produksi NaOH dan Cl2
 Alloy “amalgam” digunakan sebagai bahan penambal gigi
 Organomerkuri digunakan sebagai pestisida dan fungisida
 Oksida Hg (HgO) digunakan sebagai bahan cat anti lapuk untuk kapal, dll.
 HgCl2 digunakan untuk membuat turunan Hg


TOKSISITAS

Cadmium
 Cd yang terakumulasi dalam ginjal menyebabkan gagal ginjal
 Cd dapat mengganti logam Zn pada enzim dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi kerja enzim Zn

 Uap merkuri menyebabkan kerusakan paru-paru, dan otak.
 HgCl2, Hg2Cl2 dan HgO juga beracun apabila tertelan
 Tidak ada fungsi biologis merkuri dalam tubuh, sehingga merkuri tidak dapat dikeluarkan dari tubuh melalui ekskresi


q     Zn terdeposit dalam kerak bumi sebagai senyawa sulfidanya ZnS biasa disebut “Sphaelerite’’ atau “zinc blende”

q     ZnS ini memiliki kandungan besi 10%, dgn rumus senyawanya Zn(Fe)S

q      Mineral lainya adalah

-          Smithsonite (zinc carbonate),ZnCO3

-          hemimorphite (zinc silicate), Zn4(OH)2(Si2O7).H2O

-          franklinite (a zinc spinel).

-          

-         EKSTRAKSI Zn

1.   ZnS dibakar sehingga terbentuk ZnO dan SO2. Selanjutnya ZnO direduksi dengan karbon monoksida pada T 1200 oC sehingga terbentu padatan Zn

                        ZnO + CO            Zn + CO2

 

2. ZnS dipanaskan pada T rendah menghasilkan ZnO dan ZnSO4. Selanjutnya ZnSO4 dielektrolisis menghasilkan Zn.

                        ZnO + H2SO4 → ZnSO4 + H2O

                        ZnSO4 + H2O → Zn + H2SO4

 

  • EKSTRAKSI Cd

      Padatan Zn ditambahkan pada larutan ZnSO4/CdSO4, akan terbentuk padatan Cd. Zn merupakan logam dgn sifat elektropositif yg lebih besar dan dpt menggeser Cd

 

 

  • EKSTRAKSI Hg

 

            HgS + O2  à    Hg + SO2

           

             HgS + Fe   à   Hg + FeS

 

            4HgS + 4CaO à  4 Hg + CaSO4 + 3CaS


Unsur Simbol Konfig


urasi Biloks
Zinc Zn [Ar] 3d104s2                      II
Cadmium Cd [Kr] 4d10 5s2            II
Mercury Hg [Xe] 4f14 5d10 6s2 I II

GENERAL PROPERTIES

- Zn dan Cd tidak membentuk valensi yang bervariasi
- Ketiga unsur tidak memiliki ikatan d-d karena konf elektron d10 sehingga banyak senyawaannya yang berwarna putih. Namun ada beberapa senyawa Hg(+II) dan Cd(+II) yang berwarna karena adanya transfer muatan dari ligan ke logam
- Logam Zn, Cd dan Hg relatif lunak karena tidak ada partisipasi orbital d untuk ikatan logam
- Lebih reaktif daripada unsur dari golongan tembaga karena titik didih dan titik lelehnya sangat rendah

- Zn, Cd, Hg membentuk senyawa sulfida yang tidak larut
CdS berwarna kuning
HgS berwarna hitam
ZnS berwarna putih

- Zn, Cd, Hg membentuk alloy. Alloy Hg yang terkenal adalah “Amalgam”
Seng (Zn) dan Cadmium (Cd)
- padatan berwarna keperakan
- diamagnetik
- larut dlm asam non oksidator, dengan membebaskan H2
- bereaksi dengan asam oksidator seperti HNO3 dan H2SO4
- membentuk senyawa sulfida MS, oksida MO dan halida
MX2 melalui pemanasan

Merkuri (Hg)
- cairan berwarna keperakan
- diamagnetik
- tidak larut dlm asam non oksidator
- bereaksi dengan asam oksidator seperti HNO3 dan H2SO4
- membentuk senyawa sulfida MS, oksida MO dan halida
MX2 melalui pemanasan
OKSIDA
 ZnO
- bersifat amfoter, membentuk garam maupun ion Zincates dalam alkali [Zn(OH)4]2- dan [Zn(OH)3. H2O]-.
- dibentuk dari pemanasan senyawa nitratnya
- mengalami sublimasi
- berwarna putih, tp bila dipanaskan àkuning

 CdO
- bersifat basa
- mengalami sublimasi
- berwarna kuning, hijau atau coklat tergantung lama pemanasan
 HgO
- bersifat basa
- tidak tersublimasi karena HgO terdekomposisi saat pemanasan
- berwarna merah atau kuning
DIHALIDA

- Secara keseluruhan dihalida dari fluor MF2 memiliki titik leleh yang lebih tinggi daripada dihalida dari unsur halogen yang lain.
- Garam Zn biasanya terhidrasi lebih kuat daripada garam Cd
- Halida Cd tidak terionisasi secara sempurna ketika dilarutkan


BESI

KELIMPAHAN :

Besi merupakan logam yang melimpah nomor dua (2) setelah logam aluminium dan merupakan

unsur melimpah nomor 4 penyusun kulit bumi. Bahkan inti bumi diyakini mayoritas unsur penyusunnya
adalah besi dan nikel.

Mineral sumber utama besi (Fe) :
1. Hematite
2. Magnetit (Fe3O4)
3. Limonit (FeO(OH))
4. Siderit (FeCO3)

Beberapa metode untuk memperoleh logam besi murni antara lain :
1. Reduksi besi oksida dengan hidrogen
Didapat dari dekomposisi termal dari besi (II) oksalat, karbonat dan nitrat
2. Elektrodeposisi dari larutan garam besi
3. Dekomposisi termal dari besi karbonil

BEBERAPA SIFAT DARI LOGAM BESI
• Merupakan logam berwarna putih mengkilap (mp 15280C)
• Tidak terlalu keras dan agak reaktip, mudah teroksidasi
• Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti : halogen, sulfur, pospor, boron, karbon dan silikon.

• Kelarutan : larut dalam asam-asam mineral encer.


SENYAWAAN BESI


Besi hidroksida dan Oksida
1. Besi hidroksida dibuat dengan menambahkan larutan hidroksida kedalam larutan
besi (II).
2. Besi(II)oksida diperoleh melalui proses dekomposisi termal besi(II) oksalat pada
kondisi vakum.
3. Besi (III) oksida [FeO(OH)] dapat dibuat dengan cara :
- Hidrolisis larutan besi(III) klorida pada temperatur tertentu.
- Oksidasi dari besi(II) hidroksida.
4. Fe2O3 dibuat dengan memanaskan Besi (III) oksida pada temperatur 2000C.
5. Fe3O4 dibuat dengan memanaskan Fe2O3 pada temperatur 14000C

Halida, umumnya hanya berasal dari besi(II) dan besi (III)
- Halida dari besi tiga dapat dibuat dengan mereaksikan antara unsur halogen
dengan logam besi.
- FeI dan FeBr dibuat dengan mereaksikan langsung antar unsur-unsurnya.
- FeF2 dan FeCl2 direaksikan dengan HF dan HCl untuk memperoleh trihalida
yang selanjutnya direduksi dengan hidrogen melalui proses pemanasan.

The Pyrometallurgy of Iron
 Most important sources of iron are hematite Fe2O3 and magnetite Fe3O4.
 Reduction occurs in a blast furnace.
 The ore, limestone and coke are added to the top of the blast furnace.
 Coke is coal that has been heated to drive off the volatile components.
The Pyrometallurgy of Iron
 Coke reacts with oxygen to form CO (the reducing agent):
2C(s) + O2(g) ® 2CO(g), DH = -221 kJ
 CO is also produced by the reaction of water vapor in the air with C:
C(s) + H2O(g) ® CO(g) + H2(g), DH = +131 kJ
Since this reaction is endothermic, if the blast furnace gets too hot, water vapor is added to cool it down without interrupting the chemistry.

The Pyrometallurgy of Iron
 At around 250°C limestone is calcinated (heated to decomposition and elimination of volatiles).
 Also around 250°C iron oxides are reduced by CO:
Fe3O4(s) + 4CO(g) ® 3Fe(s) + 4CO2(g), DH = -15 kJ
Fe3O4(s) + 4H2(g) ® 3Fe(s) + 4H2O(g), DH = +150 kJ
 Molten iron is produced lower down the furnace and removed at the bottom.
 Slag (molten silicate materials) is removed from above the molten iron.



The Pyrometallurgy of Iron
 If iron is going to be made into steel it is poured directly into a basic oxygen furnace.
 The molten iron is converted to steel, an alloy of iron.
 To remove impurities, O2 is blown through the molten mixture.
 The oxygen oxidizes the impurities.
Formation of Steel
 Steel is an alloy of iron.
 From the blast furnace, the iron is poured into a converter.

Besi dan ion-nya sebagai katalis
Besi sebagai katalis pada Proses Haber

Proses Haber menggabungkan nitrogen dan hidrogen ke dalam amonia.
Nitrogen berasal dari udara dan hidrogen sebagian besar diperoleh dari gas alam (metan).
Besi digunakan sebagai katalis.



N2 + 3 H2 --> 2NH3 katalis besi


Ion besi sebagai katalis pada reaksi antara ion persulfat
dan ion iodida
Reaksi antara ion persulfat (ion peroxodisulfat), S2O82-,
dan ion iodida dalam larutan dapat dikatalisis dengan ion besi(II) maupun ion besi(III).
Persamaan keseluruhan untuk reaksinya adalah:


S2O8 2- + 2I- --> 2SO4 + I2



Untuk penjelasannya, kita akan mengunakan katalis besi(II).
 Reaksi terjadi dalam dua tahap.

S2O8 2-+ 2Fe2+ --> 2SO4 2- + 2Fe3+

2Fe3+ + 2I- --> 2Fe2+ + I2 





Besi merupakan sebuah contoh yang baik
dalam hal penggunaan senyawa logam transisi sebagai katalis
karena kemampuan senyawa logam transisi tersebut
untuk mengubah tingkat oksidasi
Reaksi ion besi dalam larutan

Ion-ion yang paling sederhana dalam larutan adalah:

Ion heksaaquobesi(II) – [Fe(H2O)6]2+.
Ion heksaaquobesi(III) – [Fe(H2O)6]3+.

Kedua-duanya bersifat asam, tetapi ion besi(III) lebih kuat sifat asamnya.
Reaksi ion besi dengan ion hidroksida

Ion hidroksida (mis. larutan natrium hidroksda) dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air
dan kemudian melekat pada ion besi.
Setelah ion hidrogen dihilangkan, diperoleh kompleks tidak muatan – kompleks netral.
Kompleks netral ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.
Pada kasus besi(II):

Besi sangat mudah di oksidasi pada kondisi yang bersifat basa.
Oksigen di udara mengoksidasi endapan besi(II) hidroksida menjadi besi(III) hidroksida
terutama pada bagian atas tabung reaksi.
Warna endapan yang menjadi gelap berasal dari efek yang sama.

Pada kasus besi(III):

Ion besi(III) dan ion karbonat

Ion heksaaquobesi(III) cukup asam untuk bereaksi dengan ion karbonat
yang bersifat basa lemah.

Jika ditambahkan larutan natrium karbonat ke larutan
yang mengandung ion heksaaquobesi(III),
dengan pasti akan memperoleh endapan seperti jika ditambahkan
larutan NaOH ataularutan amonia.

Saat ini, ion karbonat yang menghilangkan ion hidrogen
dari ion heksaaquo dan menghasilkan kompleks netral.

Berdasarkan pada perbandingan ion karbonat dengan ion heksaaquo,
kamu akan memperoleh ion hidrogen karbonat maupun gas karbon dioksida
dari reaksi antara ion hidrogen dengan ion karbonat.
Persamaan reaksi menunjukkan pembentukan karbon dioksida.





Penentuan konsentrasi ion besi(II)
dalam larutan dengan cara titrasi
Kamu dapat menentukan konsentrasi ion besi(II) dalam larutan melalui cara titrasi
dengan menggunakan larutan kalium manganat(VII) atau larutan kalium dikromat(VI).
Reaksi berlangsung dengan adanya asam sulfat encer.

Pada kasus yang lain, kamu dapat mempipet larutan yang mengandung ion besi(II)
yang sudah diketahui volumenya ke dalam labu,
dan kemudian menambahkan asam sulfat encer secukupnya.
Apa yang akan terjadi kemudian tergantung pada penggunaan
larutan kalium manganat(VII) atau larutan kalium dikromat(VI).

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannnya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkarata.

Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnyaadalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia karat besi adalh Fe2O3.xH2O suatuzat padat yang berwarna coklat merah.

Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada Korosi besi, bagian tertentu dari besi berlaku sebagai anode, dimana besi mengalami oksidasi

Fe(s)à Fe2+ + 2e

Elektron yang dibebaskan di anoda mengalir ke bagian lain dari besi itu yang berlaku sebagai katoda,dimana oksigen tereduksi

O2(g) + 2H2O +4e à 4OH-

Ion besi(II) yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi membentuk senyawaoksida terhidrasi Fe2O3.xH2O yaitu karat besi

Pencegahan Korosi :

  1. Mengecat. Menhindari kontak dengan air
  2. Melumuri dengan oli. Mencegah kontak dengan air
  3. Tin Plating. Kaleng2 kemasan terbuat dari besi yang dilapisi denga timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis yang diseburt elektroplanting
  4. Galvanisasi. Pelapisan dengan zink
  5. Kromium planting. Pelapisan dengan kromium dan memberi efek mengkilap


EKTRAKSI DARI BIJI BESI

Biji besi yang didapatkan dari alam umumnya merupakan senyawa besi dengan oksigen seperti hematite (Fe2O3); magnetite (Fe3O4); limonite (Fe2O3); atau siderite (Fe2CO3). Pembentukan senyawa besi oksida tersebut sebagai proses alam yang terjadi selama beribu-ribu tahun. Kandungan senyawa besi dibumi ini mencapai 5 % dari seluruh kerak bumi ini.

Penambangan biji besi tergantung keadaan dimana biji besi tersebut ditemukan. Jika biji besi ada di permukaan bumi maka penambangan dilakukan dipermukaan bumi (open-pit mining), dan jika biji besi berada didalam tanah maka penambangan dilakukan dibawah tanah (underground mining). Karena biji besi didapatkan dalam bentuk senyawa dan bercampur dengan kotoran-kotoran lainnya maka sebelum dilakukan peleburan biji besi tersebut terlebih dahulu harus dilakukan pemurnian untuk mendapatkan konsentrasi biji yang lebih tinggi (25 - 40%). Proses pemurnian ini dilakukan dengan metode : crushing, screening, dan washing (pencucian). Untuk meningkatkan kemurnian menjadi lebih tinggi (60 - 65%) serta memudahkan dalam penanganan berikutnya, dilakukan proses agglomerasi dengan langkah-langkah sebagai berikut :

-         Biji besi dihancurkan menjadi partikel-partikel halus (serbuk).

-         Partikel-partikel biji besi kemudian dipisahkan dari kotoran-kotoran dengan cara pemisahan  magnet (magnetic separator) atau metode lainnya.

-         Serbuk biji besi selanjutnya dibentuk menjadi pellet berupa bola-bola kecil berdiameter antara 12,5 - 20 mm.

-         Terakhir, pellet biji besi dipanaskan melalui proses sinter/pemanasan hingga temperatur 1300 oC agar pellet tersebut menjadi keras dan kuat sehingga tidak mudah rontok.

 

 

3.1  Proses Reduksi

Tujuan proses reduksi adalah untuk menghilangkan ikatan oksigen dari biji besi. Proses reduksi ini memerlukan gas reduktor seperti hidrogen atau gas karbon monoksida (CO).

Proses reduksi ini ada 2 macam yaitu proses reduksi langsung dan proses reduksi tidak langsung.

a. Proses Reduksi Langsung

Proses ini biasanya digunakan untuk merubah pellet menjadi besi spons (sponge iron) atau sering disebut: besi hasil reduksi langsung (direct reduced iron). Gas reduktor yang dipakai biasanya berupa gas hidrogen atau gas CO yang dapat dihasilkan melalui pemanasan gas alam cair (LNG) dengan uap air didalam suatu reaktor yaitu melalui reaksi kimia berikut :

         CH4        +      H2O             à     CO + 3H2

(gas hidrokarbon)    (uap air panas)          (gas reduktor)

Dengan menggunakan gas CO atau hidrogen dari persamaan diatas maka proses reduksi terhadap pellet biji besi dapat dicapai melalui reaksi kimia berikut ini :

Fe2O3     +      3H2           à      2Fe      +   3H2O

           (pellet)      (gas hidrogen)    (Besi- spons) (uap air)

atau

Fe2O3 + 3CO à 2Fe + 3CO­2

 

b. Proses Reduksi Tidak Langsung

Proses ini dilakukan dengan menggunakan tungku pelebur yang disebut juga tanur tinggi (blast furnace). Sketsa tanur tinggi diperlihatkan pada gambar 5. Biji besi hasil penambangan dimasukkan ke dalam tanur tinggi tersebut dan didalam tanur tinggi dilakukan proses reduksi tidak langsung yang cara kerjanya sebagai berikut :

Bahan bakar yang digunakan untuk tanur tinggi ini adalah batu bara yang telah dikeringkan (kokas). Kokas dengan kandungan karbon (C) diatas 80%, tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar, tetapi juga berfungis sebagai pembentuk gas CO yang berfungsi sebagai reduktor. Untuk menimbulkan proses pembakaran maka ke dalam tanur tersebut ditiupkan udara dengan menggunakan blower (gambar 5) sehingga terjadi proses oksidasi sebagai berikut :

2C + O2   à   2CO + Panas

Gas CO yang terjadi dapat menimbulkan reaksi reduksi terhadap biji yang dimasukkan ke dalam tanur tersebut. Sedangkan panas yang ditimbulkan berguna untuk mencairkan besi yang telah tereduksi tersebut.

Untuk mengurangi kotoran-kotoran (impuritas) dari logam cair, ke dalam tanur biasanya ditambahkan sejumlah batu kapur (limestone). Batu kapur tersebut akan membentuk terak (slag) dan dapat mengikat kotoran-kotoran yang ada didalam logam cair. Karena berat jenis terak lebih rendah dari berat jenis cairan besi maka terak tersebut berada dipermukaan logam cair


KOBALT

SUMBER

Kobal terdapat dalam mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal, tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat dalam meteorit.

 

Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa di dasar bagian tengah ke utara Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan Amerika Serikat lainnya.

 

Sifat-sifat

 

Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Transformasi antara dua bentuk ini bersifat lembam dan ditemukan dengan variasi tinggi sebagaimana dilaporkan pada sifat fisik kobal.

 

Kegunaan

 

Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.

 

Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Sebagai alloy, digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam digunakan dalam elektroplating karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya.

 

Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobal digunakan secara hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, nitrat karena telah ditemukan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang.

 

Tanah yang layak mengandung hanya 0.13 – 0.30 ppm kobal untuk makanan binatang.

 

Isotop

 

Kobal-60, adalah isotop buatan, sebagai sumber sinar gamma yang penting dan digunakan secaara luas sebagai zat pencari jejak dan zat radioterapi.

 Kobal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27.

Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan: Metalik Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar Dan kecil unsur kimia. Unsur kimia kobalt juga merupakan suatu unsure dengan sifat rapuh agak kerasdan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur kimia/kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan.

Secara umum dapat kita deskripsikan sebagai berikut  :

• Nama: unsur kimia kobal • Lambang: Co • Nomor-Atom: 27 • Berat atom: 58.933200 ( 9) • Golongkan nomor;jumlah: 9 • Nomor periode;Jumlah: 4

Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12 yang merupakan suatu campuran yang berisi unsur kobalt, adalah marmite, tetapi unsure yang dikandung didalamnya tergolong unsur lebih lemah dan lembut. Di Australia dikenal dengan Vegemite, sedangkan di Amerika, Marmite dicampur dengan pindakas.

Banyak bijih berisi unsur kimia kobalt, tetapi tidak memiliki arti penting untuk ekonomi. meliputi sulfid dan arsenides linnaeite, Co3S4, kobaltit, Coass, dan smaltite, Coas2. Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai byproduct dari produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphuric dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan disolves. Besi diperoleh oleh hujan, timbulnya dengan lima kapur perekat ( Cao) sedang unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium ( Naocl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)

Trihydroxide Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon akan untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C Co + 3CO2 berikut Penggunaan untuk unsur kobalt :

1. Dapat dicampur dengan besi, nikel dan batang-batang rel lain untuk membuat Alnico, suatu campuran logam memiliki kekuatan magnetis yang banyak digunakan mesin jet dan turbin gas mesin/motor. 2. Digunakan sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit. 3. Digunakan di dalam campuran logamuntuk turbin gas generator dan turbin pancaran 4. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi 5. Digunakan untuk produksi warna biru permanen dan brilian untuk porselin, gelas/kaca, serta barang tembikar, pekerjaan ubin, dan email 6. Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu sumber sinar penting, dan secara ekstensif digunakan sebagai suatu pengusut serta agen radiotherapeutic. Sumber 60Co yang Ringkas dan mudah. 7. Digunakan sebagai campuran pigmen cat

Senyawa biner : beberapa senyawa biner dengan halogen yang dikenal sebagai halides, oksigen dan hidrogen yang dikenal sebagai hydrides. Bagian ini Webelements akan diperluas di masa datang. Karena masing-masing campuran, yang didasarkan jumlah oksidasi, suatu bentuk wujud elektronik.. juga diberi campuran yang lebih eksotis. Istilah hydride digunakan di dalam suatu pengertian umum untuk menandai adanya campuran dan tidak harus menunjukkan campuran yang didaftar secara kimiawi. Di dalam campuran unsur kimia kobalt dikenal angka-angka oksidasi unsur kimia yang paling umum adalah: 3, dan 2.

Hydrides Istilah hydride digunakan untuk menandai adanya campuran secara kimiawi.

Fluorides • CoF2: cobalt (II) fluoride

Senyawa Koordinasi Dari kobalt
Seperti untuk semua logam, senyawa molekul kobalt diklasifikasikan sebagai kompleks koordinasi, yaitu molekul atau ion yang mengandung kobalt terhubung ke beberapa ligan. Ligan menentukan keadaan oksidasi kobalt tersebut. Misalnya Co 3 kompleks cenderung memiliki ligan amina. ligan Fosfina cenderung fitur Co2 + dan Co +, contoh tris yang (trifenilfosfina) cobalt (I) klorida ((P (C6H5) 3) 3CoCl). Oksida dan fluoride dapat menstabilkan Co4 + derivatif, misalnya cesium hexafluorocobaltate (Cs2CoF6)) dan percobaltate kalium (K3CoO4). [5]

Alfred Werner, seorang pemenang hadiah Nobel-pelopor dalam kimia koordinasi, bekerja dengan senyawa dari CoCl3 rumus empiris (NH3) 6. Salah satu isomer ditentukan itu kobalt (III) klorida hexammine. Kompleks koordinasi, seorang "biasa" kompleks Werner-jenis, terdiri dari atom kobalt pusat dikoordinasikan oleh enam ligan ammine ortogonal satu sama lain, dan tiga counteranions klorida.

Menggunakan etilendiamina chelating ligan di tempat amonia memberikan tris (etilendiamina) kobalt (III) klorida ([Co (en) 3] Cl), yang merupakan salah satu kompleks koordinasi pertama yang dipecahkan menjadi isomer optik. Komplek ini ada karena keduanya baik kanan atau bentuk kidal dari baling-baling "tiga-berbilah." Kompleks ini pertama kali diisolasi oleh Werner sebagai kristal seperti jarum-kuning-emas. [6]


Kejadian
Cobalt terjadi pada tembaga dan mineral nikel dan dalam kombinasi dengan belerang dan arsen di cobaltite sulfidic (CoAsS), safflorite (CoAs2) dan skutterudite (CoAs3) mineral [5] cattierite mineral mirip dengan pirit. Dan terjadi bersama-sama vaesite di tembaga deposito di Provinsi Katanga [14] Setelah kontak dengan suasana pelapukan mineral sulfida. oxidatize untuk erythrite merah muda ('sekilas kobalt': Co3 (AsO4) 2,8 H2O) dan sphaerocobaltite (CoCO3).

 

 

 

 

 

 

KARAKTERISTIK

Cobalt (diucapkan / koʊbɒlt / KOH-baut) [2] adalah keras, mengkilap, logam abu-abu, sebuah unsur kimia dengan lambang Co dan nomor atom 27. warna Cobalt berbasis pigmen dan telah digunakan sejak zaman kuno untuk perhiasan dan cat, dan penambang telah lama digunakan nama bijih Kobold untuk beberapa mineral.

Cobalt terjadi di berbagai logam-lustered Bijih, untuk cobaltite contoh (CoAsS), tetapi terutama diproduksi sebagai produk sampingan dari tembaga dan pertambangan nikel. Sabuk tembaga di Republik Demokratik Kongo dan Zambia sebagian besar hasil kobalt itu ditambang di seluruh dunia.

Cobalt digunakan dalam penyusunan magnetik, tahan, dan paduan kekuatan tinggi. Smalte (kaca kobalt silikat) dan kobalt biru (cobalt (II) alumina, CoAl2O4) memberikan warna biru khas yang mendalam untuk kaca, keramik, tinta, cat, dan pernis. Cobalt-60 adalah radioisotop komersial penting, digunakan sebagai perunut dan dalam produksi sinar gamma untuk keperluan industri.

Cobalt adalah salah satu trace elemen penting untuk semua organisme hewan sebagai pusat aktif dari koenzim yang disebut cobalamins. Ini termasuk vitamin B 12 yang penting untuk mamalia. Kobalt juga merupakan nutrisi aktif untuk bakteri, alga, dan jamur.

Cobalt merupakan logam feromagnetik dengan berat jenis sebesar 8,9 (20 ° C). Murni kobalt tidak ditemukan di alam, tetapi senyawa dari kobalt yang umum. Sejumlah kecil itu ditemukan di batuan paling, tanah, tumbuhan, dan hewan. Ini memiliki nomor atom 27. Suhu Curie adalah 1115 ° C, dan momen magnetik adalah 1,6-1,7 magnetons per atom Bohr. Di alam, sering dikaitkan dengan nikel, dan keduanya merupakan komponen kecil karakteristik dari besi meteorit. Mamalia memerlukan sejumlah kecil kobalt yang merupakan dasar dari vitamin B12. Cobalt-60, sebuah isotop radioaktif buatan yang dihasilkan dari kobalt, adalah perunut radioaktif penting dan agen kanker pengobatan. Cobalt memiliki permeabilitas relatif dua per tiga yang dari besi. kobalt logam terjadi sebagai dua struktur kristalografi: Hcp dan fcc. Suhu transisi ideal antara Hcp dan struktur fcc adalah 450 ° C, tetapi dalam prakteknya, perbedaan energi sangat kecil sehingga intergrowth acak dari dua umum. [3] 

 

Senyawa
Lihat pula: Kategori: Senyawa Cobalt
keadaan oksidasi umum kobalt termasuk 2 dan 3, meskipun senyawa dengan bilangan oksidasi 1 juga dikenal. Keadaan oksidasi paling umum untuk senyawa sederhana 2. Kobalt (II) membentuk garam [merah-pink Co (H2O) 6] 2 + kompleks dalam larutan air. Menambah kelebihan klorida akan berubah warna dari pink ke biru, karena pembentukan [CoCl4] 2 -. [4]

[Sunting] Oksigen dan senyawa chalcogen
Beberapa oksida kobalt dikenal. Green kobalt (II) oksida (CoO) memiliki struktur rocksalt. Hal ini mudah teroksidasi dengan air dan oksigen ke coklat kobalt (III) hidroksida CoO (OH). Pada temperatur 400-500 ° C, CoO mengoksidasi ke biru kobalt (II, III) oksida (Co3O4), yang memiliki struktur spinel. Wikipedia kobalt (III) oksida (Co2O3) adalah baik sangat jarang atau tidak stabil. oksida Cobalt adalah pada suhu rendah antiferromagnetic: CoO (Neel temperatur 291 K) dan Co3O4 (Neel temperatur: 40 K), yang analog magnetit (Fe3O4), dengan campuran 2 dan 3 negara oksidasi. The Co2O3 oksida mungkin tidak stabil karena belum dilaporkan belum.

The chalcogenides utama termasuk kobalt kobalt hitam (II) sulfida, CoS2, yang mengadopsi struktur pirit-suka, dan Co2S3. Pentlandite (Co9S8) adalah logam-kaya.

[Halida]
Empat dihalides kobalt dikenal: cobalt (II) fluoride (CoF2), kobalt (II) klorida (CoCl2), kobalt (II) bromida (CoBr2), kobalt (II) iodida (CoI2). Dihalides ini ada sebagai anhidrat dan hidrat. Paling terkenal, yang diklorida anhidrat berwarna biru, sedangkan hidrat berwarna merah.

Potensial reduksi untuk reaksi:

Co3 + + e-→ Co2 +
adalah 1,92 V, jauh melebihi satu untuk klorin. Sebagai konsekuensi kobalt (III) fluoride adalah salah satu dari beberapa stabil sederhana kobalt (III) senyawa. Kobalt (III) fluoride, yang digunakan dalam beberapa reaksi florinasi, bereaksi keras dengan air. [5]

SENYAWAAN KOBAL
1.  OKSIDA. Kobal (II) oksida merupakan senyawa berwarna hijau dibuat melalui pemanasan logam, kobal karbonat, atau nitrat pada suhu 11000C
2.  HALIDA. Halida anhidrat CoX2 dapat dibuat dengan dehidrasi dari hidrat halida dan untuk CoF2 dibuat dengan mereaksikan antara HF dengan CoCl2 
3.  SULFIDA. Dibentuk dari larutan Co2+ yang direaksikan dengan H2S membentuk endapan CoS berwarna hitam.
4.  GARAM. Bentuk garam kobal(II) yang paling sederhana dan merupakan garam hidrat. Semua garam hidrat kobal berwarna merah atau pink dari ion [Co(H2O)6]2+ yang merupakan ions terkoordinasi oktahedral.
5.  KOMPLEKS-KOMPLEKS DARI KOBAL(II) , Ion akuo (Co(H2O)6] merupakan kompleks kobal(II) paling sederhana.






1 komentar: